Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Saka Pariwisata: Merintis Pariwisata di Daerah

Pariwisata mempunyai peran yang sangat penting untuk mempromosikan potensi serta membangun ekonomi daerah. Gerakan pramuka dilihat mempunyai peran yang sangat baik dalam memajukan dan mengembangkan pariwisata di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui MoU (Momerandum of Understanding) antara Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Mari Elka Pangestu) dengan Kwartir Gerakan Nasional Pramuka (Kak Azrul Azwar) yang ditandatangani pada 27 Januari 2012 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

Dalam MoU tersebut dibentuk Satuan Karya Pramuka (SAKA) Pariwisata yang akan menjadi gugus terdepan untuk membantu mengembangkan pariwisata. Putra putri pramuka akan dibina menjadi 3 Krida yaitu Krida Penyuluh Pariwisata, Krida Pemanduan Pariwisata dan Krida Kuliner Wisata. Ketiga Krida ini mempunyai peran khusus dalam memajukan sektor pariwisata. Misalnya Krida Penyuluh Pariwisata mempunyai peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan keindahan tempat pariwisata. Krida Pemanduan Pariwisata mempunyai peran dalam memandu para turis serta mempromosikan tempat-tempat wisata. Sedangkan Krida Kuliner Wisata mempunyai peran dalam mempromosikan makanan khas lokal. Sosialisasi mengenai Saka Pariwisata sebelumnya telah diadakan saat Jambore Nasional ke-9 di Palembang Sumatera Selatan, 2011 yang lalu. Keberadaan Saka Wisata dimaksudkan sebagai upaya melakukan sosialisasi sadar wisata melalu implementasi Sapta Pesona untuk menyelenggarakan Kepariwisataan yang berkelanjutan

Pramuka juga diharapkan dapat menyelenggarakan Kemah Wisata melalui program darmawisata dari sekolah. Melalui darmawisata siswa menikmati objek-objek wisata tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Diharapkan melalui kegiatan ini siswa dapat mengenal objek-objek wisata sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.

Melalui MoU ini, Pramuka Indonesia diharapkan dapat mendorong anak muda untuk mengembangkan pengetahuan, kreatifitas dan bakat dalam mendukung sektor pariwisata dari masing-masing daerah. Hidup Pramuka dan Pariwisata Papua Barat.

Senin, 27 Februari 2012

Jambi Sebagai Tuan Rumah Perkempinas 2012

Perkempinas 2012 akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Tempat ini memiliki luas sekitar 484,534 hektar sehingga sangat ideal untuk diadakan event nasional seperti ini. Perkemahan Puteri Nasional Tahun 2012 yang disingkat Perkempinas 2012 itu, merupakan kegiatan nasional pertama yang diselenggarakan di Provinsi Jambi.

Event akbar ini akan diikuti oleh pramuka penegak dan pandega putri usia 16 - 25 tahun yang berasal dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh 258 Kwarcab se-Sumatera dan Jawa yang masing-masing diikuti oleh 16 orang atau berjumlah 4.128 orang. Peserta utusan Kwarda Sumatera dan Jawa, sebanyak 17 Kwarda, masing - masing 16 orang berjumlah 272 orang. Peserta dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka se-Kwarda Jambi, sebanyak 11 Kwarcab x 50 orang, jumlahnya 550 orang. Perwakilan Negara Asing dari Asia Tenggara (peserta Luar Negeri), 6 negara x 16 orang, jumlah 96 orang. Pembina Pendamping masing-masing kontingen 1 orang dari 33 Kwarda (Provinsi), Pimpinan Kontingen 33 Kwarda x 1 orang, jumlah 33 orang, Petugas Pameran setiap Kwarda se-Indonesia, jumlah 2 x 33 Kwarda = 66 orang, dan Panitia serta Sangga Kerja sebanyak 200 orang.

Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum yang juga selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Wakamabida) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi mengatakan perkemahan akan dilaksanakan pada tanggal 17-23 November 2011 mendatang. Event ini direncanakan akan dibuka oleh KAMABINAS, yaitu Presiden SBY, dan dihadiri oleh Menteri Urusan Peranan Wanita serta pejabat lainnya. Perkempinas 2012 yang akan dihadiri oleh sebanyak 6000 ribuan peserta bertujuan untuk mempererat silaturahim antar pelajar di Asia Tenggara. Kegiatan ini dititikberatkan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pramuka putri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan pengalamannya. Ajang perkemahan tersebut juga untuk lebih memperkenalkan tempat wisata seperti Pulau Berhala dan Taman Nasional Berbak di kawasan Timur Jambi agar lebih mendunia.

Paradise di Kepulauan Raja Ampat

Peranan Gerakan Pramuka dalam pembangunan sangatlah penting bagi kemajuan bangsa di masa depan. Selain mempromosikan penting pelestarian lingkungan, pramuka juga turut serta dalam mempromosikan budaya dan wisata dari berbagai daerah. Kali ini kami dari DKD Papua Barat akan mengulas salah satu wisata di Tanah Papua Barat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Itulah Raja Ampat, salah satu objek wisata di Papua Barat dengan pemandangan yang sangat mengagumkan. Raja Ampat terletak di jantung Coral Triangle (segitiga terumbu karang dunia) dengan keindahan alam bawah laut yang eksotis. Raja Ampat terdiri dari gugusan pulau-pulau yang membentang antara Kepulauan Maluku dan Semenanjung Kepala Burung. Kepulauan Raja Ampat memiliki 610 pulau yang diantaranya terdapat empat pulau besar yaitu Batanta, Salawati, Miscool, dan Waigeo.

Nama Raja Ampat memiliki arti yang bersejarah yaitu “Empat Raja-Raja” dimana nama tersebut sejak abad ke 15 diberikan oleh seorang Sultan dari Tidore yang menunjuk empat orang raja lokal dari Pulau Waigeo , Batanta, Salawati dan Misool. Sebuah peradaban kuno di Raja Ampat dapat ditemukan di beberapa tempat bersejarah seperti lukisan pada bebatuan di dalam gua-gua kuno di Pulau Misool.

Raja Ampat tercatat memiliki keanekaragaman spesies ikan karang dan terumbu karang yang tertinggi di dunia dengan 1397 spesies ikan karang dan 603 spesies terumbu karang. Dengan panjang garis pantai mencapai 753 kilometer, Raja Ampat sangat terkenal dengan keindahan pasir putihnya seperti kristal serta air laut yang berwarna biru dan hijau. Itu sebabnya banyak penyelam dari penjuru dunia yang datang untuk merasakan pengalaman menyelam di surga laut Kepulauan Raja Ampat. Disamping menyelam, Raja Ampat juga menawarkan flora dan fauna endemik yang sangat mempesona.

Jadi bagi teman-teman yang berkunjung ke Papua Barat jangan lupa untuk singgah di Raja Ampat karena disinilah teman-teman dapat melihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Jadi jangan lupa untuk membawa kamera dan memori yang kosong untuk diisi dengan pemandangan yang membuat anda takjub. Untuk informasi lebih lanjut teman-teman dapat menghubungi "Raja Ampat Culture and Tourism Affairs" Telp/Fax: +62 411 402650, email: info@gorajaampat.com

Selasa, 21 Februari 2012

22 Februari - Hari Baden Powell Sedunia

Hai sobat! Masih ingat tidak hari ini Rabu, 22 Februari? Ya, benar hari ini adalah Hari Baden Powell Sedunia karena tepatnya pada hari ini 22 Februari lahirlah seseorang di Kota London Inggris yang sekarang kita kenal sebagai Bapak Pandu Dunia, Robert Stepenson Smyth Baden Powell. Dialah sosok penting yang menemukan dan mendirikan Gerakan Pramuka. Baden Powell anak ke-enam dari pasangan Prof. Domine Baden Powell (seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford) dan Henrietta Grace Smyth (putri Admiral Kerajaan Inggris yang terkenal, William T. Smyth). Sejak berumur 3 tahun ayah Baden Powell meninggal sehingga ia dituntut untuk hidup mandiri dan bekerja keras. Baden Powell merupakan seseorang yang cerdas sehingga ia memperoleh beasiswa pada tahun 1870 dari Charterhouse School. Ia memiliki banyak talenta seperti melukis, maching band, teater, dll.

Tahun 1876, Baden Powell menamatkan sekolah, kemudian bergabung dengan Dinas Kemiliteran dan bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards. Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan, tahun 1901, Baden Powell kembali ke Inggris. Enam tahun kemudian, Baden Powell menghadiri perkemahan di Pulau Brownsea, inilah yang konon disebut perkemahan pertama. Tahun 1908, terbitlah sebuah buku Scouting for Boys, sebuah buku yang membuat perkembangan kepanduan menjadi besar. Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903 yang merupakan karir terpenting selama hidupnya. Pada tahun 1912, gerakan yang dirintis oleh Lord Baden Powell ini dibawa masuk oleh penjajah Belanda ke Indonesia. Sejak tahun 1912 tersebut gerakan kepramukaan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat yakni dengan lahirnya berbagai organisasi kepramukaan di tanah air.

Semoga kita bisa memaknai hari Boden Powel sebagai semangat untuk mau berkarya dan mandiri, dalam mengembangkan Kepramukaan guna membangun bangsa. Selamat hari Baden Powell untuk sobat-sobat sekalian di seluruh Tanah Air. Salam DKD Papua Barat

Menuju Raimuna ke-X Jayapura, Papua

Raimuna Nasional merupakan pertemuan rutin Pramuka Penegak dan Pandega setiap 5 tahun sekali dalam bentuk perkemahan besar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Rainas (I)  pertama kali berlangsung pada 21-26 Agustus 1969 di Cimanggis, Bogor, Jawa Barat. Raimuna berasal dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, kabupaten Yapen Waropen, Papua. Raimuna berasal dari kata Rai dan Muna. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan Muna adalah daya kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Dengan demikian, raimuna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan.

Kegiatan Raimuna di Tahun 2012 menjadi sangat spesial karena event ini tentunya akan diadakan di kota Jayapura, Papua yang menjadi tuan rumah. Ketua Dewan Kerja Nasional menetapkan tanggal 25 Juni – 1 Juli 2012 sebagai tanggal pelaksanaan Rainas ke-X di Jayapura Papua. Menurut Kak Alex Hasegem yang merupakan Ketua Kwarda Papua, kegiatan Raimuna akan dikombinasikan dengan pesta budaya masyarakat yakni Festival Danau Sentani (FDS). Kegiatan Raimuna akan dihadiri oleh kurang lebih 10.000 peserta dari seluruh Indonesia sehingga event akbar seperti ini sudah sepatutnya kita banggakan, unggap Kak Alex Hasegem. Kak Alex juga menjamin kenyamanan dan kemananan selama kegiatan. Kwarda Papua akan menyiapkan sarana fisik bumi perkemahan Pramuka di Buper Waena, terutama menyangkut fasilitas mandi cuci kakus (MCK) tandas beliau. Semoga kegiatan Raimuna Nasional ke X di Jayapura, Papua dapat berjalan dengan sukses. Salam DKD Papua Barat!

Selasa, 31 Januari 2012

Latihan Pengembangan Kepemimpinan Nasional 2011

Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) 2011 bagi Pramuka Penegak dan Pandega Indonesia yang digelar di aula Cut Nyak Dien, Graha Wisata Pramuka, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta yang berlangsung selama kurang lebih seminggu lamanya yakni dari 11 hingga 17 Desember 2011 yang Sedikitnya di ikuti oleh 59 orang pemuda yang tergabung dalam Dewan Kerja se Indonesia,yang akan terlahir sebagai seorang pemimpin untuk Kepramukaan, yang terdiri dari 42 putra dan 17 putri.

Kegiatan ini di buka secara langsung oleh kak kwarnas gerakan pramuka kak Azrul Azwar yang dalam sambutannya di jelaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini akan terlahir para pemimpin baru yang nantinya akan mengembangkan pramuka kedepannya kearah yang lebih baik, selain itu dengan adanya kader pemimpin baru kedepannya akan terwujud sebuah inovasi baru yang nantinya dapat mengubah Gerakan Pramuka serta Pandangan masyarakat luas tentang gerakan pramuka yang hanya bertepuk tangan dan beryanyi. Inilah yang kami harapkan agar para peserta LPK ini kiranya dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang dapat memajukan Gerakan Pramuka serta dapat menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DKN yang di damping ketua sangga kerja kak Fuad Albaar menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi yang sasaran utama pembinaanya adalahkaum muda yg strategis untuk mencetak kader bangsa yang berkarakter sesuai dengan Tri satya dan Dasa Dharma.Oleh karna itu tujaun dari pelaksanaan LPK Nasional 2011 kali ini adalah untuk mempersiapkan para kader pemimpin dalam Gerakan Pramuka dalam menjawab Krisis kepemimpinan di era globalisasi.

Tema dari LPK Nasiaonal 2011 kali ini adalah ‘Guiding Scout to Lead the Nation’ atau ‘Memandu Pramuka untuk Memimpin Bangsa’ dalam pengertian Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega siap untuk menempa diri dalam Gerakan Pramuka guna menjadi pemimpin masa depan bangsa yang berkarakter, sehingga dapat memimpin Gerakan Pramuka dan Bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi” harapannya.


Dalam kesempatan kali ini DKD Papua Barat di wakili oleh kak Amran Z.Bauw dan kak Puput andriyani.Banyak kegiatan yang sangat bermanfaat yang bisa di dapat dari latihan pengembangan kepemimpinan ini,yang intinya bagaimana membentuk karakter seorang pemimpin yang baik dan bisa mengayomi masyarakat dalam kepemimpinannya nanti. Kegiatan yang dilakukan di ikuti dengan semangat antusias yang laur biasa dari semua peserta. Kekompakan serta kerja sama yang solit di tunjukan oleh semua peserta dalam pembuatan jembatan nusantara. Selain itu hal yang paling berkesan yaitu makan termahal bersama seluruh peserta dimana hanya telur,supermi,ikan sarden, tahu, yang beralaskan daun pisang, namun seluruh peserta sangat nikmat menikmati makanan itu. Akhir dari semua rangkuman acara adalah malam bhineka tunggal ika, rasa bangga serta rasa persatuan walaupun berasal dari berbeda-beda daerah namun tetap satu yaitu bangga sebagai warga negara Indonesia.

Menutup semua rangkaian kegiatan ini sebelumnya semua warga LPK nasional 2011 sempat berjanji di di hadapan bendera yang besarnya 9meter yang di pegang secara langsung oleh 59 calon pemimpin bangsa yang nantinya akan di kibarkan di pulau sebatik,Kalimantan timur dalam kegiatan perkemahan bakti saka bahari.

Sabtu, 28 Januari 2012

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional ke - VII

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional ke - VII 2010 telah dilaksanakan selama 8 hari pada tanggal 29 November – 06 Desember 2010 di Bumi Perkemahan Cakra Donya Seulawah Scout Camp, tepatnya di Provinsi Aceh. Kwartir Daerah Papua Barat telah mengikut sertakan pramuka penegak dan pandeganya pada kegiatan tersebut.

Beberapa kegiatan giat bakti yang dilaksanakan yaitu Pembangunan MCK, Penyuluhan pengelola sampah dan pembuatan kompos, Bina satuan pramuka, penyuluhan kesehatan, pembuatan bak sampah dan masih banyak kegiatan lainnya. Pembukaan PW Nasional di Aceh kemarin juga memberi kebahagiaan tersendiri bagi adik Abdul Rahman Al-Qadry (kontingen Papua Barat) yang pada acara pembukaan di daulat menerima penyamatan tanda peserta, yang di kalungkan langsung oleh kak Mabinas kita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan semangat yang tinggi Kontingen Kwartir Daerah Papua Barat dapat mengikuti semua paket kegiatan hingga selesai dan kembali pulang ke Papua barat dengan selamat. Kenangan yang tak terlupakan bagi Kontingen Kwartir Daerah Papua Barat karena dari sinilah terwujud sudah lagu yang biasanya kita nyanyikan yaitu ‘Dari Sabang Sampai Merauke’. Jadi, kami Kwartir Daerah Papua Barat mengajak kepada kakak-kakak semua : “Mari Kitong Ke Papua”, Menuju Raimuna Nasional 2012. Akhirnya Terimalah Salam Persaudaraan kita, Salam Pramuka. Sekian


Sabtu, 21 Januari 2012

Perkemahan Wirakarya X PTAI Se-Indonesia 2011

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Agama Islam Se-Indonesia yang ke-10 dilaksanakan di Ambon 21-30 November 2011, telah sukses dilaksanakan selama 10 hari. PWN X PTAI Se-Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Menko Kesra Agung Laksono yang juga didampingi oleh menteri agama Suryadharma Ali. Kegiatan 2 tahunan ini diikuti sekitar 2000 peserta se-Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Kwartir Nasional, kak Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH dan Ketua Panitia Pelaksana PW X Pramuka PTAI se-Indonesia, Ismail Rumadan. 

Kegiatan ini dipusatkan di bumi perkemahan Al Mulk IAIN Ambon. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti bakti masyarakat, keg kerohanian, paket wisata, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membina generasi muda melalui pengembangan catur bina (bina diri, bina satuan, bina masyarakat dan bina agama). Kegiatan ini tentunya memiliki manfaat dalam memperkokoh persaudaraan, kebersamaan, kepedulian dan keikhlasan berbakti Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega kepada masyarakat, bangsa negara dan agama. 

Melalui kegiatan ini akan memperkokoh persatuan dikalangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta memberi kepada mereka kegiatan kreatif, rekreatif inovatif dan produktif yang mengarah pada peningkatan kemampuan untuk mandiri dalam kehidupannya sehingga dapat memberikan bantuan untuk kemajuan, Pramuka Pandega, Pramuka Penegak di lingkungannya sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zaman.

 
Ø          

Kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia

Kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia diikuti sekitar ratusan peserta dengan mengunjungi objek bersejarah di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal  01-07 Desember 2011. Mereka yang datang merupakan penggalang dari Kwarda se-Indonesia, Kwarcab se-Sulsel, dan Pengakap Muda Malaysia. Peserta yang berkunjung ke Jambore Budaya diterima Wakil Bupati Gowa Abd Razak Badjidu dan beberapa pejabat serta pengurus pramuka. Di antaranya,Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerak Pramuka Indonesia Amroso Katamsi, Wakil Ketua Kwartir Cabang Gowa Rahmansyah, Majelis Pembimbing Kwarcab Gowa Idris Faisal Kadir, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gowa Rimba Alam Pangerang, dan para pengurus Kwarda Sulsel, serta Kwarcab Gowa.


Kegiatan jambore ini bertujuan untuk membangun serta menjalin tali persaudaraan antara generasi muda Gowa dan Malaysia serta memperkuat hubungan dua negara. Diharapkan dari kegiatan ini yaitu masing-masing kader atau kaum muda dapat terus melestarikan budaya yang sudah dimiliki secara turun-temurun. Dalam kunjungan ini peserta berkesempatan untuk tempat bersejarah seperti Makam Syekh Yusuf, makam raja-raja Gowa,Masjid Tua Katangka, Museum Istana Balla Lompoa dan Benteng Somba Opu.


\

Selasa, 13 Desember 2011

Malam Pentas Seni Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia

Jambore Budaya Serumpun Indonesia - Malaysia diadakan di Kota Makassar tepatnya di Benteng Somba Opu yang dimulai pada tanggal 2-7 Desember 2011. Beberapa event yang dilaksanakan antara lain wisata kota, Berkunjung ke beberapa tempat pengrajin lokal dan tempat bersejarah, pentas seni dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Pentas seni yang diselenggarakan merupakan ajang memperkenalkan budaya dan tradisi dari setiap Kwatir Daerah. Dalam kesempatan Malam Pentas Seni, Papua Barat membawakan tarian Yospan (Yosim Pancar) yang merupakan tarian pergaulan Muda Mudi yang sudah sangat terkenal di daerah Papua.


"Yosim semacam tarian poloneis dari dansa barat dan berasal dari Sarmi, namun ada juga yang mengatakan dari Serui atau Biak. Sedangkan Pancar adalah suatu tarian yang berasal dari Biak Numfor dan Manokwari meniru gerakan-gerakan 'akrobatik'.Tarian Yosim Pancar/Yospan memiliki dua regu pemain yaitu Regu Musisi dan Penari. Regu musisi memainkan alat musik berupa gitar, jukulele, stem bass, tifa dan beberapa orang yang menyanyikan lagu/vocal group. Para penari memakai pakaian adat dan riasan motif pada wajah. Regu penari Yospan lebih dari satu orang dengan berpasangan dilakukan dengan gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik dan menarik.